Pages

Thursday, July 17, 2008

What Drives You ?

A simple teaser for your mind :)

can you answer it ?

H - 2 Again :)

Yep.. I'm going through it again.

Sedikit berbeda dengan sebelumnya, ada tambahan untuk proses kali ini. Yang pertama karena keadaannya berbeda, and there's a big chance gw masih bakal sering ketemu dengan teman2 gw disini. Jadinya a bit easier.

Yang kedua, sebenarnya dalam hal ini seharusnya ada proses transfer knowledge. Setengahnya sudah gw lakukan, yang terkait dengan hal2 sehari2 administratif and network stuff. Yang belum adalah terkait dengan knowledge yang didapat saat fixing bug.

Sedikit berat mostly karena detail2nya udah lupa, yang keinget cuma resolusinya aja. Tetapi alhamdullilah sebagian besar sudah ada di wiki. Ini salah satu lagi keuntungan wiki. Kalau seseorang di tuntut untuk mengingat apa aja yang dilakukannya 3 bulan yang lalu hingga sekarang. Sebagian besar mungkin masih bisa mengingat, tapi secara garis besar aja. All of the detail has been lost. Itu terkait dengan kemampuan otak kita, untuk mengenyampingkan hal-hal yang kurang penting dan fokus kepada hal yang terpenting bagi kita saat ini. Tanpa hal itu, mungkin manusia bisa gila kali yah :P

Makanya bagi gw penting banget untuk menulis pengetahuan itu disaat masih hot-hotnya. Jadi setelah menyelesaikan suatu bug, apa saja yang berhasil didapat direview dan ditulis ke wiki. Dijamin hal itu akan berguna banget, apalagi disaat seperti ini :D

Friday, July 11, 2008

Misfortune

Okay, i woke up in the middle of the night last night. Walking downstairs looking for a drink while half a sleep. And suddenly.. BAM! My feet slip and i fell down the stairs. Luckily i manage to grab the side bar to stop my body from falling down through the bottom of the stair. But that make my rib hit the steps in an agonizing way. Damn it hurt, hopefully nothing is broken.

What a way to start a day. *sigh*

Sunday, July 6, 2008

J2ME vs XML

Bagi yang pernah coding j2me pasti ngerasain betapa frustasinya coding di j2me itu. Pindah dari coding desktop or j2ee ke j2me membuat kita merasa seluruh tungkai seperti terbelenggu oleh rantai. Apalagi kalau membuat aplikasi client-server dimana harus pindah-pindah paradigma. Dari server yang rich with resource and API, to that sucky j2me. Belum lagi kalo ditambah gunain xml yang terlalu verbose sebagai protokol komunikasinya. Tetapi apa daya, gw terlalu cinta dengan good design, dan membuat gw tetap stick dengan XML.

Ok, enough with all the unstructured mumbling.

Dengan segala masalah itu, maka sebetulnya XML kurang disukai oleh developer j2me. Kalaupun harus memakai, tag-tag yang ada biasanya di buat sesederhana mungkin. Cara lain untuk mengatasi kelemahan XML, bisa juga dengan melakukan kompresi terhadap data sebelum dikirim. Tyniline lumayan bagus untuk mengatasi hal ini, and its free :D

Masalahnya, semua referensi tentang kompressi di internet adalah kasus dimana si client mendownload data dengan jumlah besar dari server. Nah sekarang bagaimana kalau yang diinginkan adalah hal kebalikannya. Gw ingin mengirim data dalam jumlah besar dari client ke server. Masa gw harus implement kompresi sendiri *hiks*

Tuesday, July 1, 2008

Keberpihakan

Pertamax sebentar lagi menembus angka 10 Ribu, sementara harga LPG 12 Kg hari ini resmi dinaikkan 20%. Sementara hingga tahun 2012 direncanakan akan ada kenaikan BBM secara berkala untuk mengimbangi harga minyak dunia. Gw mulai bertanya-tanya, sebetulnya negara ini milik siapa ?

Sewaktu kenaikan BBM yang terakhir kali, menurut gw memang tidak bisa dielakkan. Setelah sekian tahun harga BBM ditahan, dan dorongan harga minyak luar negeri, in order for our country to survive, It's Ok.

Tetapi gw sekarang mulai merasa annoyed. Warga indonesia memang sifat dasarnya pemaaf dan menurut pada pimpinan. Tetapi bukan berarti mereka bodoh dan bisa dimanfaatkan terus menerus. Karena yang kemarin dimaafkan, seakan-akan menjadi persetujuan untuk kenaikan selanjutnya. Tetapi itu bukan kenyataan, and if you're not careful. It's gonna be your downfall.

Kenaikan kemarin masuk akal, karena memang keadaan yang begitu menjepit. Tidak ada pihak yang dalam 1 tahun sebelumnya bisa menebak kenaikan sedrastis itu. If not for that subprime mortgage case, maybe we wouldn't face this condition.

Tetapi itu tahun lalu, untuk tahun kedepan ? Itu bukan sesuatu yang unpredictable lagi, lalu kenapa solusi kita tetap sama seperti sekarang. Kalo harga minyak dunia naik, yah kita naikkan saja harga BBM dalam negeri disesuaikan dengan harga di luar. That so damn fucking stupid!

Kita punya waktu 2 tahun, dan kalo gw gak salah ingat hingga ke 2012 masih ada 4 tahun. Kita harus bersiap dengan solusi yang real. Dengan hitungan optimis, tahun 2009 melakukan explorasi ladang2 baru, sambil membangun yang ada sekarang. Tahun pembagunan 2010 selesai dan ladang2 lain ditemukan. Berarti kita bisa menurunkan defisit impor BBM kita. Kalo seiring defisit turun, maka beban harga impor di APBN pun bakal menurun.

Itu sendiri solusi yang benar-benar menyentuh core dari masalah BBM di indonesia. Sementara itu masih banyak solusi-solusi intermediate. Beralih ke bahan bakar alternatif, menekan tingkat konsumsi BBM, menggalakkan mass transportation, audit dan incentif bagi para penghemat energi. Begitu banyak solusi-solusi itu yang bisa dijalankan. Anggap saja perhitungan optimis tadi molor jadi 2 kalilipat, sehingga baru selesai 2012. Tetapi solusi-solusi intermediate tetap bisa dijalankan. Kalau begitu kenapa harus ada rencana kenaikan bertahap ?

Sebagai persiapan for the worst case scenario masih masuk diakal. Tetapi jadi menimbulkan pertanyaan lain. Kenapa bukan solusi optimisnya yang digembar-gemborkan bahwa kita bisa menghentikan defisit BBM ditahun 2010 dengan langkah2 A,B,C....dst. Kalau masyarakat kita tidak diberi target dan alternatif solusi, bagaimana bisa masyarakat kita keluar dari krisis ini dengan kemampuan mereka sendiri? Sebenarnya mampu gak sih kita ? Kalo gw yakin mampu, just give us a chance, walaupun gak 100%. Dengan sukses 80% aja, kita sudah bisa berubah menjadi bangsa mandiri yang gak dijadikan mainan oleh bangsa-bangsa lain lagi.

Tapi kalau melihat track record pemerintah kita sekarang, kalau mereka sudah merencanakan they gonna go through with it. Coba aja distatistik. Dari sekian banyak rencana impor gula, beras, bbm, tabung elpiji, kedelai. Berapa banyak yang berhasil digagalkan oleh DPR?

Dan itu yang membawa gw ke judul post ini. Sebetulnya untuk apa negara ini berdiri ? Bukannya negara berdiri karena rakyat, dan untuk rakyat. Rakyat yang seperti apa ? Tentu saja yang warga Negara Indonesia. Angka yang terakhir gw ingat, ada 220 Juta penduduk indonesia. Assuming datanya dari KTP, berarti ada 220 juta warga negara indonesia. Kalau dengan kebijakan ini malah menyakitkan 200 juta warga negara indonesia, untuk apa kebijakan ini diambil ? Demi negara ? Kalau negara tidak mampu melindungi warganya , untuk apa negara itu berdiri ? Dia telah gagal secara mendasar. Tugas negara adalah melindungi rakyatnya, gunakan resource, peraturan, SDM yang ada dan melimpah ruah ini untuk melindugi rakyat, with any mean necessary. Itulah negara yang sesungguhnya.

Kalo begitu negara kita saat ini itu apa ? apakah bukan negara sesungguhnya ?

In my view, saat ini negara kita hanyalah sebuah boneka dari pemerintah. Kebijakannya yang tidak berpihak kepada rakyat banyak menandakan negara kita sedang dibius, disekap dan dibelenggu. Oleh siapa ? Saat ini yang terlihat oleh gw hanyalah 3 pihak :

1. Birokrat yang sudah lupa bagaimana rasanya menjadi rakyat biasa, karena terlalu lama terjebak dalam sistem dan memisahkan diri dari realitas dengan mobil mewah, rumah berpagar tinggi, udara ber-AC.
2. Kalangan bangsawan yang semenjak lahir telah terdoktrin bahwa nasib manusia ditentukan oleh siapa yang melahirkan dia.
3. Para penimba ilmu yang merasa tingkat kecerdasan yang diterimanya, hanyalah milik dirinya sendiri.

Lalu bagaimana cara kita membangunkan negara kita yang terlelap sekian lama setelah merdeka ?

I don't know :) I'm just one person with insignificant power. Mana mungkin gw tahu solusi untuk masalah sekompleks ini :) Yang gw tahu hanyalah dua anak tangga pertama dari seribu tangga yang harus kita titi.

Yang pertama berpihaklah kepada rakyat, bukan segelintir orang. Yang kedua, ungkapkanlah fakta sebanyak-banyaknya tentang negara ini. Ungkapkan dengan angka-angka yang pasti, jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Jangan takut akan efeknya, biarkan rakyat yang menilai, didiklah terus menerus dan biarkan mereka yang mengolah angka-angka tersebut. Karena keterbukaan akan kebobrokan negara kita, adalah awal dari segalanya. Tanpa itu, negara kita akan selalu tertidur.

Berserah-dirilah, karena rumus mutlak didunia ini adalah : 1 persen usaha, 1 persen doa, dan 98 persen system yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Regards

Saturday, June 28, 2008

Be True

63 tahun indonesia merdeka, gw selalu kebingungan mencari tokoh nasional that i can look up to. Yang paling dekat untuk menjadi pahlawan nasioal gw adalah wakil presiden pertama kita, pak hatta.

Sayangnya setelah membaca buku-bukunya. Walaupun membuka wawasan tentang akar dari negara ini. Tetapi jaraknya terlalu jauh dengan keadaan sekarang. Banyak jalan yang sudah ditempuh sesuai dengan ide-idenya. Dan banyak juga jalan yang ditempuh yang bertentangan dengan ide-idenya. Yang mana yang benar ? Gw gak tahu. Tetapi keputusan-keputusan yang telah dibuat itu yang membawa kita ke keadaan saat ini.

Untungnya gw saat ini sedang membaca 'detik-detik yang menentukan' karya pak habibie. Semenjak dulu mungkin ia salah satu tokoh yang banyak di idolakan anak-anak indonesia. Terkenal sebagai jenius yang menolak kewarganegaraan jerman demi indonesia. Dan menristek yang mampu membuat pesawat disaat yang lain masih berkutat dengan 'apa itu komputer'.

Tetapi era reformasi meminta begitu banyak pengorbanan. Kebebasan yang datang setelah kukungan puluhan tahun, membuat begitu banyak informasi yang simpang siur tumpah ruah ke masyarakat. Membuat semua orang bingung yang mana yang harus dipercaya, and that includes me :)

Di jaman itu, walaupun gw yakin dia bakal membawa sesuatu yang baik di masa yang chaos itu. Tetapi begitu banyaknya berita yang menyesatkan membuat gw berpikir he's one of them. Reputasi sebagai kesayangan suharto, 20 tahun mengekor dalam birokrasi orba, what can a man like that can do for our country ?

Yeah i was mistaken. Beruntung indonesia punya orang seperti dia. Setelah membaca bukunya, terpikir oleh gw, agak lucu juga. Presiden yang paling memberikan kontribusi bagi indonesia di era reformasi ini, ternyata bukanlah seorang politikus. Tetapi seorang scientist yang belajar birokrasi dalam 20 tahun :)

Dan itu membawa gw ke hal utama di tulisan ini. Setelah membaca bukunya banyak hal yang berubah di pikiran gw. Sebuah pintu wawasan baru terbuka lagi. I have to revise a few of my thoughts.


1. Gw masih perlu banyak belajar, pemikiran gw tentang bagaimana seharusnya negara ini, ternyata tidak sepenuhnya benar.

2. Gw masih tetap pada pendirian gw untuk tidak pernah turun ke politik praktis. Tetapi gw perlu belajar, bagaimana cara kerja lembaga-lembaga pemerintah. Bagaimana mereka berinteraksi dan posisi apa yang mereka miliki dalam mendukung kinerja seorang presiden.

3. Untuk dapat membuat kebijakan jangka panjang yang solid, gw harus mengerti mengenai UU, RUU, Tap, SI MPR dan instrumen lainnya yang menjalankan sebuah negara.

4. Jika ingin membuat sesuatu yang independen dari pemerintah tetapi memiliki kekuatan, tidak bisa dengan otoriterisme. Serahkan saja fakta yang ada kepada masyarakat, tetapi memiliki batasan dan landasan moral tertentu.

5. Landasan moral ini penting dan tidak boleh berubah (itu gunanya belajar mengenai UU, RUU dan Tap MPR). Karena disaat mayoritas masyarakat lupa mengenai tujuan awal, dan bimbingan agama, maka lembaga ini yang harus berada dibarisan terdepan untuk mengkoreksi.

6. Untuk menjadi pemimpin harus rela menyimpan rahasia untuk diungkap di lain waktu. Berat, tetapi tanpa kesabaran seperti ini, jerih payah yang telah di upayakan dapat di nullifikasi oleh pihak lain.

7. Kalau telah berubah dari founder menjadi pemimpin, perlu sering-sering konsultasi dan mendengar pendapat orang lain yang berseberangan. Karena posisi puncak itu selalu membutakan dan meninggikan ego manusia.

8. Yang terakhir dan paling penting. If you have great dreams and want to fulfill it. Be True to your religion. Cause you're only human :) And we have our weakness when we are faced with greatness. And when that happened, you can only ask help from one source. Cause those other insignificant little being wont touch the core of your soul, the place that need help at that moment. So when it comes, ask for help :)

Wednesday, June 18, 2008

Strength

What is Strength ?
The Question every man often ask.
A great mystery to be solved.

Strength is home,
Strength is gentle words of console
Strength is challenging your fear and embrace it as your best friends
Strength is to live

Thats how far I've got.
Yet the question remains...

How can i become stronger ?