Pages

Tuesday, September 21, 2010

...

I don't really want to do this.

Thursday, September 9, 2010

1431 Hijriah

Alhamdulillah, proyek rhamadhan tahun ini sukses. Berhasil mengkhatamkan juz 30 beserta artinya. Gak terlalu berat kalau dari sisi effort, bahkan gw berhasil selesai di hari ke 20, dimana sisa hari dipakai untuk mengulang beberapa bagian yang gw suka. Tapi tantangan terbesarnya adalah di niat dan semangat :) Untungnya aura Ramadhan banyak membantu :)

Mudah2an esok bisa memulai project yang lebih besar. Mulai dari Juz pertama, gak tahu bakal berapa lama waktu yang dibutuhkan, tapi gw selalu penasaran, setidaknya ingin satu kali membaca dan memahami isi Al-Qur'an.

-: Selamat hari raya Idul Fitri 1431 Hijriah, semoga semua ini menjadi awal baru bagi kita dalam proses selalu mencoba mengubah diri menjadi semakin baik. :-

Saturday, September 4, 2010

Storing image in File System or SQLite

That's the question that has been ask a lot, but if you google about it. It doesn't give a very definite answer. So here's the thing that I found out at the moment (Probably changed in time)

If your image is  < 1 MB Store it in SQLite. Because it will give you centralized and simple access to the images. And SQLite is still efficient handling blob with that size. 

If your image is > 1 MB just store the reference to the file in the database while the actual image is stored in the file system. Preferable the directory is relative to your current directory. 

The 1 MB limitation is derived from here, but some say 2 MB is still acceptable, i guess you just have to try it for your self.

Thursday, September 2, 2010

Tapestry 5 and Interface

As you see from this Tapestry FAQ, I just realized that my bad habit has cost me some of the advantaged of using Tapestry. I often lazy in creating an Interface when binding a Tapestry Service. It turns out that if you don't give an Interface for the service, Tapestry will create the implementation immediately after injection. While I was expecting it will be instantiated only after the first method of the service is invoked.

Well, i guess its time to dig up some old code :)

Saturday, August 21, 2010

F.U.D

Fear, Uncertainty, Doubt.


Persis sekali, hal yang sedang gw rasakan saat ini. Sering sekali berkutat dengan pertanyaan, apasih yang sebenarnya gw kerjakan ini. Apa mungkin cara-cara gw yang tidak ingin berkompromi dengan cara yang ada saat ini akan berhasil ? Memberikan terobosan baru di negara yang semua orang pesimis bisa berubah ?

I Only have one weapon, belive ! 


Percaya kalau melakukan yang benar, suatu saat akan dikasih jalan. Tetapi, seiring waktu berlalu. Tanpa ada sedikit tanda-tanda bahwa gw berjalan ke arah yang benar. Kepercayaan itu semakin terkikis dan menipis ... 



F.U.D

Fear, Uncertainty, Doubt.


Persis sekali, hal yang sedang gw rasakan saat ini. Sering sekali berkutat dengan pertanyaan, apasih yang sebenarnya gw kerjakan ini. Apa mungkin cara-cara gw yang tidak ingin berkompromi dengan cara yang ada saat ini akan berhasil ? Memberikan terobosan baru di negara yang semua orang pesimis bisa berubah ?

I Only have one weapon, belive ! 


Tetapi, seiring waktu berlalu. Tanpa ada petunjuk apapun, tanda-tanda bahwa gw berjalan ke arah yang benar. Kepercayaan itu terkikis dan semakin menipis....



Monday, August 16, 2010

Culture clash

Mungkin karena sedang ramadhan, jadi hobi nulis yang beginian :)

Entah kenapa saat ini perbedaan antara masyarakat muslim dan non muslim menjadi blur. Dulu walaupun  masyarakat diasimilasi agar tidak terjadi perpecahan atau dikotomi agama, perbedaan dalam perilaku sehari-hari masih terlihat cukup. Di saat Allah berbeda dengan allah.

Belakangan ini saya sering sekali menemui teman2 non muslim yang bicara Alhamdulillah disaat mendapat rejeki, Astagfirullah hal adzim disaat terkejut, Insya Allah , Masya Allah, dan lain-lain. Kalau dipikir-pikir malah agak lucu, karena terkadang ada teman-teman muslim yang walaupun sholat 5 waktunya lancar, tetapi tidak mempunyai kebiasaan ini :)

Saya tidak akan membahas dari kelayakan ataupun fiqih karena pengetahuan saya nol besar dalam hal itu. Tapi yang menarik diangkat adalah; "Kalau begitu yang membedakan kita (Muslim) dengan mereka itu apa ?"

Secara esensi mungkin mereka tidak begitu paham, tetapi secara garis besar mereka mengerti maksud dari setiap kata itu walaupun sekedar dari kebiasaan. Tapi saya rasa ada sebagian masyarakat muslim di indonesia (kalau bukan sebagian besar) yang mungkin juga tidak paham tentang hal ini sampai ke esensinya.

Kesimpulan yang saya dapat, Yang membedakan, dan kalau kita ingin dibedakan, mengenai hal diatas dengan rekan-rekan non-muslim kita saat mengucapkan kata-kata tersebut, adalah Keyakinan ! Di saat kita mengucapkan kata tersebut kita harus yakin dan sadar, bahwa kata-kata tersebut adalah Doa. Doa yang memiliki arti mendalam. Komunikasi langsung dengan sang khalik tentang keadaan kita di saat tersebut. Sebuah Back channel reserved only for my self :). Bukan sekedar kultur semata atau ucapan yang didapat dari pergaulan sehari-hari. Tanpa hal itu sebagai dasar, saya rasa kita sedikit-demi-sedikit mulai kehilangan jati diri kita sebagai muslim.

~FD