Selama ini terkadang karena terlalu ingin membuat tulisan yang terstruktur dengan bagus, akhirnya karena terlalu memperhatikan punctuation, penggunaan bahasa, flow dari tulisan, kata yang selalu dipakai berulang-ulang. Akhirnya ide yang ingin dituliskan menjadi terhambat, dan terkadang malah lupa sama sekali.
Gw sudah menyadari ada sedikit gap antara ide yang ada di otak gw dengan kemampuan untuk menyalurkannya agar orang lain dapat mengerti. Tadinya gw pikir dengan belajar menulis lama-lama gap itu akan menghilang dengan sendirinya. Dari dulu soalnya gw punya pemikiran, writing is a skill that can be mastered. Tapi sepertinya di awal tahun ini gw mulai mengerti sesuatu. Dan mulai menerima, ternyata begitulah cara otak gw bekerja, tidak terstruktur. Saat menuangkan satu ide, ternyata bisa berkembang terus yang kadang-kadang kaitannya tidak terlihat langsung. Tetapi butuh waktu memahami dan meletakkan ke dalam alur yang sesuai.
Terkait dengan hal itu, agar lebih mendorong otak gw supaya lebih kreatif memunculkan ide dan pemikiran. Salah satu jalannya adalah dengan tidak menghentikan flow atau mood yang ada. Sehingga mulai saat ini, jika lu melihat tanda ~FD di akhir post. Ttu tandanya tulisan itu adalah First Draft, hasil pemikiran yang benar-benar fresh dari kepala gw. Tanpa sensor tanpa editor yang memperhatikan kebenaran penggunaan kata2 dan tanda baca. Mungkin suatu hari gw akan mengedit tulisan tersebut menjadi lebih terstruktur dan lebih mudah dibaca, mungkin juga tidak. Berawal dari hari ini, my Brain is the King :)
~Cherio
~FD
Saturday, January 2, 2010
Start up - part 2
Sebetulnya pemikiran ini sama munculnya dengan saat gw menulis mengenai start-up. Tapi sengaja dipisah supaya lebih menarik dibaca, gak bingungin , karena domainnya sedikit berbeda.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah yang membedakan start up di silicon valey dengan start up di indonesia ?
Berdasarkan pemikiran gw, ternyata cukup banyak. Yang paling mendasar adalah perbedaan negara dan masyarakatnya. Di amerika, karena negara maju yang sudah mapan. Maka kebanyakan motivasi yang muncul adalah dari mewujudkan sebuah ide kreatif. Sedangkan kalau di indonesia karena negara berkembang yang masih belum menemukan kestabilan, maka kebanyakan motivasinya adalah bagaimana menciptakan sebuah killer app yang akan membuat mereka menjadi milyuner !
Kemudian kemasalah teknologi. Karena inovasi teknologi rata-rata muncul dari amerika. Maka sebagian besar start-up berusaha untuk membuat sebuah teknologi yang belum ada sebelumnya, atau setidaknya meng-upgrade kemampuan teknologi itu dengan membuat sebuah inovasi unik. Sedangkan di indonesia, untuk menerapkan teknologi maju saja Human Resource-nya terbatas, apalagi membuat sebuah inovasi yang benar-benar baru. Makanya sebagian besar start-up bergerak di bidang implementasi teknologi, atau how to moneytize that technology to the indonesian domain.
Selanjutnya, di Amerika, mereka paham dari awal membuat start up, kalau ide mereka cukup menarik, teknologi yang dihasilkan bagus, mereka akan mendapat pembiayaan dan reward finansial yang sepadan terhadap usahanya. Di indonesia, kalau start up membuat sebuah teknologi yang inovatif, biasanya mereka juga harus ikut memikirkan bagaimana cara memasarkannya. Dan biasanya juga dihantui dengan sebuah ketakutan. Kalau teknologinya terlalu canggih, malah tidak bisa dipakai dan tidak laku di indonesia.
Mulai kelihatan kan pola perbedaannya. Kalau saja kita bisa mensimulai beberapa komponen pendukung environment ini. Mungkin saja tidak sekedar sebuah environment start up yang bagus yang akan hadir. Tetapi kemampuan sesungguhnya dari bangsa indonesia untuk bermain di kancah dunia. Okay, mulai jadi orang indonesia yang harus punya grand goals. Gak penting, lebih penting small ideas yang berhasil diwujudkan :P
Jadi terpikir, asal bisa mendukung satu startup untuk menjadi succes story. Lalu mengadakan pertemuan-pertemuan rutin untuk menginspirasi orang-orang lain. Mungkinkah jadi sebuah awal ?
oh yah, ternyata reddit punya tampilan yang lebih bagus di http://redditall.com/
~FD
Pertanyaan yang muncul adalah apakah yang membedakan start up di silicon valey dengan start up di indonesia ?
Berdasarkan pemikiran gw, ternyata cukup banyak. Yang paling mendasar adalah perbedaan negara dan masyarakatnya. Di amerika, karena negara maju yang sudah mapan. Maka kebanyakan motivasi yang muncul adalah dari mewujudkan sebuah ide kreatif. Sedangkan kalau di indonesia karena negara berkembang yang masih belum menemukan kestabilan, maka kebanyakan motivasinya adalah bagaimana menciptakan sebuah killer app yang akan membuat mereka menjadi milyuner !
Kemudian kemasalah teknologi. Karena inovasi teknologi rata-rata muncul dari amerika. Maka sebagian besar start-up berusaha untuk membuat sebuah teknologi yang belum ada sebelumnya, atau setidaknya meng-upgrade kemampuan teknologi itu dengan membuat sebuah inovasi unik. Sedangkan di indonesia, untuk menerapkan teknologi maju saja Human Resource-nya terbatas, apalagi membuat sebuah inovasi yang benar-benar baru. Makanya sebagian besar start-up bergerak di bidang implementasi teknologi, atau how to moneytize that technology to the indonesian domain.
Selanjutnya, di Amerika, mereka paham dari awal membuat start up, kalau ide mereka cukup menarik, teknologi yang dihasilkan bagus, mereka akan mendapat pembiayaan dan reward finansial yang sepadan terhadap usahanya. Di indonesia, kalau start up membuat sebuah teknologi yang inovatif, biasanya mereka juga harus ikut memikirkan bagaimana cara memasarkannya. Dan biasanya juga dihantui dengan sebuah ketakutan. Kalau teknologinya terlalu canggih, malah tidak bisa dipakai dan tidak laku di indonesia.
Mulai kelihatan kan pola perbedaannya. Kalau saja kita bisa mensimulai beberapa komponen pendukung environment ini. Mungkin saja tidak sekedar sebuah environment start up yang bagus yang akan hadir. Tetapi kemampuan sesungguhnya dari bangsa indonesia untuk bermain di kancah dunia. Okay, mulai jadi orang indonesia yang harus punya grand goals. Gak penting, lebih penting small ideas yang berhasil diwujudkan :P
Jadi terpikir, asal bisa mendukung satu startup untuk menjadi succes story. Lalu mengadakan pertemuan-pertemuan rutin untuk menginspirasi orang-orang lain. Mungkinkah jadi sebuah awal ?
oh yah, ternyata reddit punya tampilan yang lebih bagus di http://redditall.com/
~FD
Start up
Bagi yang tidak tahu Alexis Ohanian, dia adalah salah seorang pendiri reddit. Salah satu startup dan perusahaan web 2.0. Sebetulnya gw juga gak tahu nama dia, sampai melihat salah satu presentasi dia di TED.com
Orang ini tahu bagaimana cara membuat presentasi yang bagus, singkat, padat, mengena dan yang paling penting, tidak membosankan. Jadilah gw sedikit googling tentang dia dan menemukan salah satu cerita mengenai presentasi dia di startup school. Salah satu ajang pertemuan start up yang di sponsori Y Combinator salah satu Venture Capital yang terkenal di silicon valley.
Sayangnya gw tidak menemukan video presentasi dia disana, melihat slide-nya saja tidak cukup. Karena cara dia membawakan presentasinya lah yang membuat orang-orang tertarik. Apalagi kalau dilihat dari komentar yang ada, sensasi yang ditinggalkan presentasinya mengingatkan bagaimana menyenangkan menciptakan sebuah startup. Penjelasah lebih detilnya bisa dilihat di link ke particletree.com :)
Kalau efek dari perasaan ini dibawa ke pemikiran mengenai start-up di indonesia. Jadi terpikir, mengapa tidak banyak start-up di indonesia ? Yea-yea, banyak alasan seperti regulasi, korupsi, environment, timbal balik yang tidak sepadan, bla-bla. Tapi satu hal yang menurut gw sebenarnya bisa menjadi katalisator, tetapi saat ini belum ada di indonesia.
Start-up butuh inspirasi, mereka butuh success story. Mendengar cerita dari orang-orang yang menjalaninya. Diingatkan mengenai betapa menyenangkannya ketika berhasil mewujudkan sebuah ide yang ada dipikiran lu. Orang-orang perlu di yakinkan, bukan dengan imbalan uang, bukan dengan perhitungan matang mengenai resiko dan reward yang bakal didapat. Tetapi dengan sebuah lingkungan, komunitas yang bisa berbagi cerita dan mengingatkan tentang menyenangkannya mewujudkan sebuah ide.
Orang ini tahu bagaimana cara membuat presentasi yang bagus, singkat, padat, mengena dan yang paling penting, tidak membosankan. Jadilah gw sedikit googling tentang dia dan menemukan salah satu cerita mengenai presentasi dia di startup school. Salah satu ajang pertemuan start up yang di sponsori Y Combinator salah satu Venture Capital yang terkenal di silicon valley.
Sayangnya gw tidak menemukan video presentasi dia disana, melihat slide-nya saja tidak cukup. Karena cara dia membawakan presentasinya lah yang membuat orang-orang tertarik. Apalagi kalau dilihat dari komentar yang ada, sensasi yang ditinggalkan presentasinya mengingatkan bagaimana menyenangkan menciptakan sebuah startup. Penjelasah lebih detilnya bisa dilihat di link ke particletree.com :)
Kalau efek dari perasaan ini dibawa ke pemikiran mengenai start-up di indonesia. Jadi terpikir, mengapa tidak banyak start-up di indonesia ? Yea-yea, banyak alasan seperti regulasi, korupsi, environment, timbal balik yang tidak sepadan, bla-bla. Tapi satu hal yang menurut gw sebenarnya bisa menjadi katalisator, tetapi saat ini belum ada di indonesia.
Start-up butuh inspirasi, mereka butuh success story. Mendengar cerita dari orang-orang yang menjalaninya. Diingatkan mengenai betapa menyenangkannya ketika berhasil mewujudkan sebuah ide yang ada dipikiran lu. Orang-orang perlu di yakinkan, bukan dengan imbalan uang, bukan dengan perhitungan matang mengenai resiko dan reward yang bakal didapat. Tetapi dengan sebuah lingkungan, komunitas yang bisa berbagi cerita dan mengingatkan tentang menyenangkannya mewujudkan sebuah ide.
Senioritas
Baru sampai kerumah setelah kumpul dengan beberapa teman. Ada satu hal yang muncul efek dari obrolan tadi.
Di negara kita memang kultur senioritas itu tinggi sekali. Terutama di lembaga-lembaga pemerintah. Dan ternyata universitas pun tidak terlepas dari hal ini. Tak heran banyak pemikir-pemikir muda indonesia yang lebih memilih untuk bekerja di luar negeri. Karena dengan prestasi, mereka mampu mendobrak hingga lapisan tertentu dari birokrasi yang ada. Dibandingkan di indonesia yang walaupun berprestasi bagaimanapun tetap saja akan disuruh buat kopi atau teh kalau masuk sebuah BUMN.
Jadi bagaimana cara memperbaikinya ?
Merubah kultur memang sulit, cara terbaik mungkin dengan membuat regulasi. Yang memungkinkan beberapa posisi krusial bisa diraih tanpa harus mengikuti jenjang senioritas tersebut. Penilaian hanya dari sebatas prestasi.
Di negara kita memang kultur senioritas itu tinggi sekali. Terutama di lembaga-lembaga pemerintah. Dan ternyata universitas pun tidak terlepas dari hal ini. Tak heran banyak pemikir-pemikir muda indonesia yang lebih memilih untuk bekerja di luar negeri. Karena dengan prestasi, mereka mampu mendobrak hingga lapisan tertentu dari birokrasi yang ada. Dibandingkan di indonesia yang walaupun berprestasi bagaimanapun tetap saja akan disuruh buat kopi atau teh kalau masuk sebuah BUMN.
Jadi bagaimana cara memperbaikinya ?
Merubah kultur memang sulit, cara terbaik mungkin dengan membuat regulasi. Yang memungkinkan beberapa posisi krusial bisa diraih tanpa harus mengikuti jenjang senioritas tersebut. Penilaian hanya dari sebatas prestasi.
Friday, January 1, 2010
Inheritance
My 1'st post in 2010, its 12:13 AM right now in my place.
I never liked inheritance, i have a subtle attitude of rejecting everything that was given time. I didn't consciously do it, with intention of disrespect or dissing someone. It just something i do, sometimes its so subtle that people wouldn't notice. But as time goes by they would wonders why i rarely accept things from them.
Maybe because I'm used of not having anything. Getting used working hard to get the things that i wanted. As i grew up i just only have one track mind, get the things that i want, and getting it with my own way. And that is what growing up means to me.
New years doesn't mean much to me. For me, seeing from flow of time perspective, it just another day passes by. If the day changes also reset the month and year counter. In essence its the same flow of time like everyday occurrence.
So celebrating this year new years was never in my schedule. I rather study something or watch a movie, enjoying my rare peaceful time. So when a neighbor asking me to come out and enjoy some barbecue with them, i politely decline. A bit a shame, there's nothing wrong with their invitation, and socializing with other people would be good. It just like what i said at the beginning. This social interaction is an inheritance from my parents. Don't get me wrong as a good kid, i will treasure and cherish what my parents had. But in truth , i would never feel it as mine. So i do what i must do, but sometimes rejecting things that was not my obligation.
Yes, I'm acting like an ass, a total jerk. But home always means one thing to me. A thing that makes it different from any other place in the world. Home is a place where no matter how selfish, introvert, egoist, and stubborn I am, it will always has a place for me. A place to be my self without thinking about anything else.
I never liked inheritance, i have a subtle attitude of rejecting everything that was given time. I didn't consciously do it, with intention of disrespect or dissing someone. It just something i do, sometimes its so subtle that people wouldn't notice. But as time goes by they would wonders why i rarely accept things from them.
Maybe because I'm used of not having anything. Getting used working hard to get the things that i wanted. As i grew up i just only have one track mind, get the things that i want, and getting it with my own way. And that is what growing up means to me.
New years doesn't mean much to me. For me, seeing from flow of time perspective, it just another day passes by. If the day changes also reset the month and year counter. In essence its the same flow of time like everyday occurrence.
So celebrating this year new years was never in my schedule. I rather study something or watch a movie, enjoying my rare peaceful time. So when a neighbor asking me to come out and enjoy some barbecue with them, i politely decline. A bit a shame, there's nothing wrong with their invitation, and socializing with other people would be good. It just like what i said at the beginning. This social interaction is an inheritance from my parents. Don't get me wrong as a good kid, i will treasure and cherish what my parents had. But in truth , i would never feel it as mine. So i do what i must do, but sometimes rejecting things that was not my obligation.
Yes, I'm acting like an ass, a total jerk. But home always means one thing to me. A thing that makes it different from any other place in the world. Home is a place where no matter how selfish, introvert, egoist, and stubborn I am, it will always has a place for me. A place to be my self without thinking about anything else.
Tuesday, December 29, 2009
2010 resolution
Okay, today seems as good as any day for creating my resolution.
2009
kalau melihat resolusi gw tahun lalu, sebenarnya tidak banyak. Memang gw begitu orangnya, lebih menyenangi hal-hal yang tidak perlu terlalu pusing untuk direncanakan.
Nah terkait resolusi itu, sebetulnya disana ada 4 item. Tetapi ternyata dengan jumlah sedikit itu bukan berarti semuanya bisa tercapai dengan mudah.
Tapi di luar itu banyak hal-hal yang terjadi di tahun ini :
Dan banyak hal lain yang mungkin kalau coba diingat secara detil saat ini, tidak akan teringat. Tetapi hal-hal kecil itu banyak membawa pengaruh ke diri gw. Secara keseluruhan tahun ini begitu melelahkan. Mungkin disebabkan oleh adaptasi yang akhirnya mulai berhasil. Dan kerja keras karena kekurangan orang dikantor.
Yang jelas begitu banyak yang gw rasa, begitu banyak frustasi yang terlewatkan. 2009 hampir berlalu, dan gw berterimakasih. Karena di tahun ini, gw merasa tumbuh dengan cepat. Mendobrak beberapa tembok yang menghalangi gw selama beberapa tahun terakhir. Sekarang saatnya untuk melihat ke depan ! :)
2010
Hm... hal-hal yang ingin gw lakukan di tahun depan.
Last but not least. Selama ini gw hanya kenal satu cara. Kalau merasa tidak mampu, atau ada hal yang kurang, tempatkan diri dimana terpaksa untuk menghadapi hal tersebut. Sesuatu yang berguna pasti keluar dari kondisi tersebut. Well, setidaknya tahu mengenai batas diri.
Pendekatan itu yang banyak gw pergunakan... untuk urusan kantor. Tahun depan, gw mencoba membawa prinsip itu ke kehidupan pribadi gw. Sudah dapat bantuan dari seorang teman, sedikit gila dan ber-resiko. Hasilnya akan gw ceritakan di akhir tahun 2010 nanti, tunggu saja beritanya !
:)
2009
kalau melihat resolusi gw tahun lalu, sebenarnya tidak banyak. Memang gw begitu orangnya, lebih menyenangi hal-hal yang tidak perlu terlalu pusing untuk direncanakan.
Nah terkait resolusi itu, sebetulnya disana ada 4 item. Tetapi ternyata dengan jumlah sedikit itu bukan berarti semuanya bisa tercapai dengan mudah.
- release product - not happening, sepertinya gw dan teman2 benar sudah tersita dengan pekerjaan
- menulis buku - hanya 1 chapter :P Jadi nasibnya sama saja
- beli tanah - hm... sepertinya sih sertifikatnya tahun ini, walaupun nyicilnya udah lama. So, yes. One point :P
- pre-wed - defitely not :P
Tapi di luar itu banyak hal-hal yang terjadi di tahun ini :
- Akhirnya mulai sedikit beradaptasi dengan lingkungan kantor. Tidak mudah, a lot of hardwork. Banyak teman-teman baru, dan rutin berolahraga kembali (futsal dan bulutangkis)
- Pergi ke tempat-tempat baru, karena pekerjaan sih. Ke malang bersama Telkomsel untuk workshop MySQL, ke Balicamp di daerah pegunungan bali lupa namanya , berbagai perkantoran baru di jakarta karena disuruh presentasi :P Yes, I'm a full fledged Traveler now :)
- Turning 30 :D
- Beli handphone Android pertama gw di akhir oktober, HTC Hero
Dan banyak hal lain yang mungkin kalau coba diingat secara detil saat ini, tidak akan teringat. Tetapi hal-hal kecil itu banyak membawa pengaruh ke diri gw. Secara keseluruhan tahun ini begitu melelahkan. Mungkin disebabkan oleh adaptasi yang akhirnya mulai berhasil. Dan kerja keras karena kekurangan orang dikantor.
Yang jelas begitu banyak yang gw rasa, begitu banyak frustasi yang terlewatkan. 2009 hampir berlalu, dan gw berterimakasih. Karena di tahun ini, gw merasa tumbuh dengan cepat. Mendobrak beberapa tembok yang menghalangi gw selama beberapa tahun terakhir. Sekarang saatnya untuk melihat ke depan ! :)
2010
Hm... hal-hal yang ingin gw lakukan di tahun depan.
- Setidaknya ada satu project dikantor yang bisa gw selesaikan dengan Sukses. Entah itu MySQL Cluster atau OpenESB
- Menjalankan rencana bisnis untuk stiker/printing/baju
- Saat ini ada tiga ide yang sedang jadi pusat pemikiran gw. GMaps, ERP dan Android Games. Mudah-mudahan bisa fokus dan salah satu dari tiga hal ini bisa di release
- Di januari ini pengumuman mengenai merger sudah final. Mudah-mudahan dapat memutuskan, di antara komit untuk menamatkan masa pembelajaran dalam dua tahun. Atau berusaha mengambil jalur entrepreneur jika diberikan kesempatan
- Memperbaiki kemampuan menulis :)
- Memperdalam ilmu agama dan ekonomi. Atau setidaknya konsisten menjalankan proyek malam jum'at gw :)
- Mempunyai tempat sendiri. Pilihan gw untuk tinggal di rumah adalah untuk menemani nyokap dan adik gw. Tetapi ini ide untuk kembali menjadi independen mulai menemukan jalannya. Yah kalau tanggung jawab itu sudah bisa sedikit dilepas. Ada kemungkinan I'm going to move out. Just wait and see
Last but not least. Selama ini gw hanya kenal satu cara. Kalau merasa tidak mampu, atau ada hal yang kurang, tempatkan diri dimana terpaksa untuk menghadapi hal tersebut. Sesuatu yang berguna pasti keluar dari kondisi tersebut. Well, setidaknya tahu mengenai batas diri.
Pendekatan itu yang banyak gw pergunakan... untuk urusan kantor. Tahun depan, gw mencoba membawa prinsip itu ke kehidupan pribadi gw. Sudah dapat bantuan dari seorang teman, sedikit gila dan ber-resiko. Hasilnya akan gw ceritakan di akhir tahun 2010 nanti, tunggu saja beritanya !
:)
Friday, December 25, 2009
3 liburan panjang
Tahun ini ada 3 liburan panjang di weekend akhir menjelang tutup tahun. Lumayan, jadi sempat aktualisasi diri :)
Kalau minggu kemarin gw sempat ngelanjutin explorasi GMap dengan tapestry. Di minggu ini belajar mengenai ERP secara keseluruhan. Buka-buka catatan di perusahaan lama, liat-liat accounting system lagi. Memang bidang ini terlalu luas banget, so much to learn.
Belum tahu effort ini akan menuju apa. Mudah-mudahan ada segmen middle market yang bisa dimasukin. Tetapi untuk bisa masuk, butuh persiapan yang cukup dan sebuah strategy. Alhasil minggu ini targetnya riset dan strategy planning.
Supaya bisa obyektif gak boleh membaca dari 1 sumber saja. Setidaknya 3 sumber, tetapi berhubung keterbatasan waktu dan sudah punya background sebelumnya 2 should suffice. This One source is the best. Simple yet accurate. Sekarang setelah membaca semua informasi itu, bikin coret-coretan, tinggal bagaimana menuangkannya ke sebuah dokumen yang terstruktur dengan baik :) Gonna gain a lot of thing from this :)
Hm.. minggu depan mungkin oprek-oprek bikin aplikasi di android. Atau lanjut bikin prototype kecil2an. Sepertinya gak fokus banget yah :) Tapi namanya juga aktualisasi diri. Melepaskan hal-hal yang selama ini mengganjal. Ingin dibuat tapi gak bisa karena kerjaan kantor yang gila-gilaan. Well if one of this gonna turn into a 'thing' in the future, I'm gonna be more than satisfied. For now, my reward is My Piece of mind and pleasure of having the time to what I really want. Live should be always like this :)
Cheerio
Kalau minggu kemarin gw sempat ngelanjutin explorasi GMap dengan tapestry. Di minggu ini belajar mengenai ERP secara keseluruhan. Buka-buka catatan di perusahaan lama, liat-liat accounting system lagi. Memang bidang ini terlalu luas banget, so much to learn.
Belum tahu effort ini akan menuju apa. Mudah-mudahan ada segmen middle market yang bisa dimasukin. Tetapi untuk bisa masuk, butuh persiapan yang cukup dan sebuah strategy. Alhasil minggu ini targetnya riset dan strategy planning.
Supaya bisa obyektif gak boleh membaca dari 1 sumber saja. Setidaknya 3 sumber, tetapi berhubung keterbatasan waktu dan sudah punya background sebelumnya 2 should suffice. This One source is the best. Simple yet accurate. Sekarang setelah membaca semua informasi itu, bikin coret-coretan, tinggal bagaimana menuangkannya ke sebuah dokumen yang terstruktur dengan baik :) Gonna gain a lot of thing from this :)
Hm.. minggu depan mungkin oprek-oprek bikin aplikasi di android. Atau lanjut bikin prototype kecil2an. Sepertinya gak fokus banget yah :) Tapi namanya juga aktualisasi diri. Melepaskan hal-hal yang selama ini mengganjal. Ingin dibuat tapi gak bisa karena kerjaan kantor yang gila-gilaan. Well if one of this gonna turn into a 'thing' in the future, I'm gonna be more than satisfied. For now, my reward is My Piece of mind and pleasure of having the time to what I really want. Live should be always like this :)
Cheerio
Subscribe to:
Posts (Atom)