Pages

Wednesday, January 20, 2010

Money, between ends and means

Kalau ada yang bilang 'gw cari kantor lain dengan gaji yang lebih besar dong', dari sini sudah terlihat indikasi, bahwa bagi dia money menjadi ends. Tujuan utamanya adalah pendapatan yang lebih besar. Faktor-faktor lain seperti environment, work pressure, personal time, it all comes secondary.

Gak salah sih, bisa jadi orang yang berpikiran seperti ini belum tentu karena mata duitan. Tetapi bisa saja karena dia sudah memiliki skill set yang spesifik, tidak banyak alternatif untuk mengembangkan diri, makanya salah satu cara paling tepat untuk memotivasi diri, adalah dengan hal ini.

Tetapi untuk saat ini gw sedang mencoba menggeser perpektif gw terhadap hal ini. Bagaimana agar money menjadi 'sekedar' means untuk hal-hal yang gw lakukan. Apakah itu berarti gw sebelumnya mata duitan ? Gak juga sih, lebih tepatnya adalah ketakutan akan kehilangan pendapatan tetap perbulan. Yang jumlahnya di atas rata-rata itu. And I dont think i can make that kind of money anymore.

Tapi kembali lagi, kalau money sudah menjadi means, jumlahnya sudah tidak terlalu penting lagi. Asal cukup untuk mendanai hal-hal yang ingin lu lakukan, bisa hidup dengan layak, itu sudah lebih dari cukup. Tidak perduli dia turun naik, tidak selalu tiap bulan didapat, atau bahkan tidak sebesar pendapatan sebelumnya. Tapi untuk dapat melakukan hal itu dibutuhkan beberapa hal. Ketabahan yang tinggi dan faith yang bisa membuat tetap bersabar dan percaya bahwa rejeki itu bisa datang dari mana saja.

Tapi satu hal yang pasti gw tahu. Kalau menjadikan money sebagai ends. Hidup gw tidak akan pernah bahagia selamanya :D

~FD

No comments: